Kamis, 05 Desember 2013

SUSU UHT lebih baik dari SuFor ?


SUSU UHT lebih baik dari SuFor ?

Secara alami susu segar telah mengandung semua zat gizi dalam jumlah dan komposisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sesuai dengan namanya, susu formula adalah susu yang diformulasi dengan bahan-bahan lain, agar memiliki komposisi seperti yang diinginkan. Itulah sebabnya, mengapa saat
ini di pasaran ditemui begitu banyak macam susu formula, masing-masing dengan klaim dan iming-iming tertentu.
Bayi hingga usia 4-6 bulan sebaiknya memang mendapatkan ASI eksklusif Di atas usia tersebut sudah saatnya untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Untuk sementara MP-ASI yang dipilihkan dapat berupa susu formula khusus untuk bayi di atas 6 bulan. Bila nanti sudah berusia 9 bulan, bayi
ibu sudah bisa dilatih dengan susu UHT, tetapi harus diencerkan terlebih dahulu dengan air. Apabila sudah berusia 12 bulan, susu UHT dapat diberikan seutuhnya anak. Jumlah yang diberikan berkisar antara 2 – 3 gelas sehari (1 gelas = 250 ml)., sesuai kemampuan anak.
Susu UHT direkomendasikan untuk diberikan kepada anak usia di atas 12 bulan. Dengan demikian putra Ibu sudah memenuhi kriteria tersebut. Budaya minum susu UHT harus dipertahankan hingga usia balita, remaja, dewasa bahkan lanjut usia. Karena melalui minum susu secara rutin, fisik anak akan tumbuh
secara optimum dan kuat, serta kesehatannya akan selalu terjaga prima sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Sejak dini harus diusahakan agar anak memiliki status gizi yang baik, yaitu tidak kurang dan juga tidak lebih. Oleh karena itu, anak-anak harus diusahakan memiliki status gizi yang baik melalui pola makan yang benar, yaitu dengan menerapkan konsep menu seimbang. Menu seimbang artinya makanan
yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral, sesuai dengan kebutuhan anak. Cara paling sederhana untuk memonitor status gizi anak adalah dengan cara mengukur tinggi badan atau berat badan, serta mencocokkannya dengan Tabel tinggi badan menurut umur atau Tabel berat badan
menurut umur. Tabel tersebut bisa dilihat di buku-buku tentang gizi atau panduan rumah sakit.
Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diolah dengan suhu pemanasan sangat tinggi (135-145ÂșC) dalam waktu yang sangat singkat (2-5 detik). Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen (penyebab penyakit). Waktu pemanasan yang sangat singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan
nilai gizi susu, serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah dibandingkan susu segarnya. Di dalam teknologi pangan, telah diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan waktu yang sangat singkat, lebih dapat menyelamatkan nilai gizi daripada
suhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih lama.Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT relatif lebih sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan zat-zat gizi, dibandingkan dengan pengolahan susu bubuk.
Susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30% dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.
Susu UHT dapat dijadikan sebagai pengganti susu bubuk. Dalam beberapa hal, susu UHT lebih praktis diberikan kepada anak-anak, yaitu mudah dibawa, tidak perlu waktu untuk menyiapkannya, serta awet disimpan pada suhu kamar selama 10 bulan meskipun tanpa bahan pengawet. Konsumsi susu penting untuk meningkatkan sistem imunitas (kekebalan) tubuh terhadap berbagai penyakit.
Sesungguhnya susu cair dapat diandalkan sebagai bahan pangan sumber zat gizi yang sangat baik. Itulah alasan utamanya mengapa konsumsi susu cair di dunia selalu lebih tinggi dibandingkan susu bubuk. Hanya di Indonesia, berlaku hal sebaliknya. Hal tersebut merupakan warisan masa lalu, khususnya
di zaman penjajahan yang lebih mudah untuk mendistribusikan susu bubuk ketimbang susu cair. Kendala lain di masa lalu adalah keterbatasan teknologi pengolahan susu dan keterbatasan lemari pendingin.
Selain itu keunggulan susu UHT dibandingkan yang lain adalah:
aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab penyakit, 
memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi segar,
susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet,
sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan lemari pendingin,
mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.
Ultra high temperature atau lebih dikenal UHT adalah metode pengawetan minuman, kebanyakan digunakan pada susu. Ini adalah sebuah alternatif untuk pasteurisasi
Metode ini dapat digunakan untuk jus buah , sup kalengan, sup , krim dan cairan lainnya.
Sejauh ini yang paling umum itu digunakan untuk susu. Susu terlebih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik di suhu 135 sampai 150° C dan segera didinginkan sampai 4-5° C . Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma da rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri patogen (patogen) dihancurkan oleh suhu ultra tinggi. Susu ini dapat disimpan setidaknya enam minggu. Susu UHT lebih bagus daipada susu bubuk,
Susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30% dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.
Kelebihan susu UHT dibandingkan yang lain adalah:
aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab penyakit,
memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi segar,
susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet,
sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan kulkas,
mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal
Masih ingat dengan Prof. Purwiyatno Hariyadi ahli teknologi pangan dari IPB yang beberapa minggu  yang lalu membahas susu UHT untuk balita? Ada beberapa Mommies bertanya, apakah susu UHT benar-benar nggak memakai zat pengawet? Mengingat susu UHT tahan lebih lama dibandingkan susu pasteurisasi, misalnya. Lalu sejauh mana, sih, kemasan kotak susu UHT yang hanya terbuat dari kertas bisa melindungi isi di dalamnya? Bukankah kertas lebih rapuh dari pada botol? Lalu susu UHT itu berapa lama tahan disimpan di kulkas dan di suhu ruang bila telah dibuka?
Perlu diketahui bahwa sebaik apapun produk diolah, jika tidak dikemas dengan benar, produk akan segera rusak. Demikian pula sebaliknya. Jadi, masalah pengolahan dan pengemasan merupakan dua hal yang berkaitan erat dan terintegrasi.

Proses pengolahan UHT (Ultra HighTemprature)  menggunakan panas untuk membuat susu cair (bukan hanya susu, bisa juga dari buah dan sayuran) menjadi steril. Mikroorganisme yang merugikan dimusnahkan dengan panas hingga 137-140oC dan dalam waktu yang singkat (2-4 detik), sehingga gizi dan mutu susu tetap terjaga. Susu UHT yang  dikemas dengan menggunakan teknologi aseptik dapat disimpan dalam suhu ruang selama berbulan-bulan,selama kemasan tidak rusak dan belum dibuka. Teknologi aseptik adalah kombinasi proses pemanasan (sterilisasi); di mana produk pangan dipanaskan sehingga steril; kemudian dikemas dengan kemasan yang steril dalam suatu ruangan yang steril sehingga dihasilkan produk akhir yang steril. Pada praktiknya proses aseptis ini banyak diaplikasikan untuk proses pengolahan dan pengawetan produk pangan cair (seperti sari buah, telur cair, santan, susu), produk pangan cair yang mengadung partikulat (bubur kacang hijau dan sup), dan produk pangan semi padat. Semua proses ini berlangsung secara bebas kuman dan tanpa campur tangan manusia.
Adapun manfaat Teknologi Aseptik:

-          Proses pemanasan suhu sangat tinggi (137-140oC) dalam waktu yang sangat singkat (2-4 detik) ini bersifat efektif membunuh kuman, tetapi bersifat lembut terhadap mutu dan gizi, sehingga kerusakan nilai gizi minimal serta mutu (rasa, warna dan tekstur) relatif dapat dipertahankan
-          Awet, tanpa memerlukan bahan pengawet
-          Umur simpan panjang, bisa mencapai 10-18 bulan
-          Penyimpanan dan distribusi tanpa pendinginan
-          Higienis
-          Praktis (siap minum)
Masa iya, sih, dari pemanasan UHT dan pengemasan secara aseptik bisa tahan lama? Lihat deh bahan pengemas Tetra Pak:
Kemasan Tetra Pak bersifat kedap sehingga mampu melindungi produk di dalamnya dari keungkinan terkontaminasi kuman dari luar. Selain itu; kemanasan Tetra Pak ini juga mampu melindungi produk dari pengaruh negative dari cahaya, uap air dan oksigen dari udara sekitar; sehingga mempu mempertahankan produk tetap steril dan tahan lama. Selain itu, kemasan Tetra Pak 74% terdiri dari kertasdan 26% aluminium foil dan polietilen yang keseluruhannya dapat didaurulang menjadi produk lain yang bermanfaat. Jadi bisa dikategorikan sebagai kemasan yang ramah lingkungan. Selain daur ulang, belakangan ini banyak juga aktivitas yang mengajari anak-anak atau ibu-ibu membuat kerajinan tangan dengan menggunakan kemasan Tetra Pak. Coba baca artikel Kirana Menjadi Supplier Sampah, deh. Pasti terkejut dengan hasil kreasi yang ternyata asalnya dari sampah minuman kemasan.

Terakhir nih, yang menurut saya perlu banget diingat, bagaimana cara yang baik dalam memilih dan menangani susu cair kemasan:
-          Pilih kemasan dalam kondisi baik dan tidak penyok.
-          Selalu perhatikan expiry date (tanggal kadaluarsa) yang tertera dalam kemasan.
-          Sebelum kemasan dibuka, produk bisa disimpan di suhu ruang.
-          Jika sudah terbuka, untuk kemasan sekali minum sebaiknya  langsung dihabiskan.
-          Sedangkan untuk kemasan besar, setelah terbuka , masih bisa disimpan dengan umur simpannya sekitar 3-4 hari tetapi harus disimpan dalam kulkas suhu 4C.
Nah, sekarang, Mommies percaya kalau makanan/ minuman di dalam kemasan Tetra Pak nggak mengandung pengawet, kan?
Semua produk minuman dalam kemasan mengandung pengawet? Jawabannya belum tentu.  Produk dalam kemasan memang identik dengan bahan pengawet, supaya lebih tahan lama. Bahan-bahan kimia dalam pengawet makanan dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Tetapi, memang tidak semua produk makanan/minuman dalam kemasan harus menggunakan pengawet lho.
Konsumen sekarang bisa bernapas lebih lega, karena adanya teknologi pengemasan yang semakin modern. Proses pengemasan sekarang sudah banyak yang menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan dikemas dalam kemasan aseptik. Teknologi UHT diperkenalkan sudah lama, namun baru benar-benar populer sejak dua dekade terakhir. UHT sekarang identik pada pengolahan susu.
Susu dipanaskan dengan suhu melampaui 135°C, cukup 2-5 detik saja. Proses UHT terbukti bisa mematikan bakteri yang tidak diinginkan pada susu. Susu UHT lalu disimpan dalam kemasan aseptik, yang didesain sedemikian rupa agar kedap udara. Jadi, susu bisa tahan sampai dengan 9 bulan, dengan catatan, kemasannya tertutup rapat tanpa ada celah sekecil apapun. Kalau sudah dibuka, susu masih bisa bertahan sampai 2 hari selama disimpan dalam suhu minimal 4°C. Itu rahasia produk susu UHT jadi tetap segar tanpa pengawet. Selain susu, sekarang teknologi UHT juga diterapkan untuk produk minuman lain seperti sari buah hingga makanan. Tuh, nggak perlu terlalu was-was sama semua produk kemasan. Yang penting teliti ya melihat kemasannya.

Jadi makanan/minuman itu bisa diawetkan dgn berbagai cara..
-dipanaskan sampai suhu tertinggi
-dibekukan
-dimaniskan
-diasinkan
-diberi bahan kimia

untuk susu proses pengawetannya melalui proses UHT (Ultra high temperature) alias suhu panas dengan tujuan mematikan mikroba2 yg berbahaya.
Setelah itu dikemas ke dalam kemasan tetra pack alias karton2 seperti yg kalian lihat secara steril dan hampa udara. makanya bisa tahan lama.

Sama seperti kemasan plastik botol.. karena kedap udara.. bisa tahan lama.
Tapi kalo udah kebuka,dimana udara bisa masuk.. mesti cepat diminum soalnya dgn masuknya udara yg bercampur mikroba.. pasti bisa bikin susu cepet rusak.

FYI.. kemasan tetra pack adalah kemasan terbaik,bahkan lebih baik dibanding kemasan kaleng.
Bedakan kemasan tetra pack dengan kemasan karton biasa seperti yg biasanya ada di freezer supermarket bagian susu2an seperti merek indomilk zaman dulu ituh.Pake kemasan karton seperti itu membuat susu tidak tahan lama.. makanya kemasan karton biasa itu biasanya expirednya cepet.. paling sekitar 1-2minggu.
Ini aku sertakan tentang tanggapan dari produsennya ultra jaya yach :

Pertama-tama kami mengucapkan terimakasih atas
perhatian ibu pada
PT.Ultrajaya. Ada hal yang perlu kami sampaikan bahwa
Susu Ultra baik itu yang plain, strawberry, coklat dan mocca, bahan
bakunya adalah 100% susu sapi segar tanpa tambahan air,
karena itu dalam komposisinya pun tidak dicantumkan air.
Di pasaran sendiri ada 2 jenis susu
UHT, yaitu: 1.Susu UHT cair segar dimana bahan bakunya adalah 100% susu sapi
segar, seperti halnya Susu Ultra,
2. Susu UHT rekonstitusi dimana bahan bakunya dikombinasikan
dengan campuran susu bubuk yang dicairkan dengan
menggunakan air, dan
biasanya tambahan air tersebut akan dicantumkan di
dalam daftar 
komposisi.
Proses pengolahan Susu Ultra menggunakan teknologi
sterilisasi UHT (Ultra High Temperature) dimana susu dipanaskan dengan suhu 140 derajat 
Celsius dalam waktu 4 detik saja. Sterilisasi UHT ini akan membunuh semua bakteri
yang menyebabkan kerusakan pada susu tanpa merusak kualitas gizi dan
kesegaran susu. Ultra memilih teknologi UHT karena percaya bahwa pemrosesan susu dalam waktu tersingkat akan memberikan hasil yang terbaik.

Setiap proses di PT. Ultrajaya selalu melalui
pengawasan mutu yang ketat agar semua produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang Ultrajaya tetapkan baik secara fisik seperti kekentalan/tekstur, warna, aroma dan rasa susu, secara kimia menyangkut kandungan gizinya dan secara mikrobiologis untuk diperiksa kandungan bakterinya.

Susu Ultra 100% aman untuk langsung dikonsumsi dari kotaknya karena telah bebas bakteri. Lengkap memiliki semua kandungan gizi yang sangat penting untuk kesehatan tanpa perlu diberi zat sintetis tambahan maupun suplemen apapun juga.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat. Jika
ada yang belum jelas silahkan hubungi kami di :
Layanan Konsumen Bebas Pulsa : 0-800-11-85872
Telp :
022-6654610 EXT 239
E-mail : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar